HIMNI Bertekad Terus Menjadi ‘Rumah Besar’ Bagi Masyarakat Nias

Marinus Gea/IST
Marinus Gea/IST

Jakarta | Pro Berita

Di tahun 2017 ini, Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) bertekad terus memperjuangkan 2  program utama HIMNI, yaitu memperjuangkan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias dan menjadikan Kepulauan Nias sebagai destinasi wisata nasional dan internasional. Demikian dikatakan Ketua Umum HIMNI Marinus Gea, Jumat (6/1/2017).

“Pengurus DPP HIMNI Periode 2015-2019, bersama pengurus HIMNI di seluruh Indonesia yang terdiri dari 16 DPD dan 71 DPC telah menetapkan 2 program utama HIMNI, yakni pembentukan Provinsi Kepulauan Nias dan menjadikan Kepulauan Nias sebagai destinasi wisata dunia,” kata Marinus.

Untuk program pertama, yaitu Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias, Marinus berpendapat masyarakat Nias perlu berterima kasih kepada Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-KN), pemerintah daerah se-Kepulauan Nias, dan tokoh-tokoh masyarakat Nias yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kepulauan Nias.

Sedangkan untuk program kedua, menjadikan Kepulauan Nias sebagai destinasi wisata dunia, menurut Marinus, sepanjang tahun 2016 kemarin, HIMNI bersama pemerintah daerah se-Kepulauan Nias dan tokoh-tokoh Nias lainnya telah melakukan berbagai kegiatan.

Beberapa upaya memajukan pariwisata dilakukan, antara lain melaksanakan launching dan pameran wisata pada 2-3 Juni 2016 di Kementerian Pariwisata RI. Pada momen ini lahirlah tagline ‘Nias Pesona Pulau Impian’.

“Lalu melaksanakan rapat kordinasi sebanyak 4 kali dengan berbagai lembaga, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku wisata guna mencari akar masalah, memberi solusi, dan melakukan evaluasi demi kemajuan pariwisata Kepulauan Nias,” kata Marinus.

HIMNI, sambung Marinus, juga memfasilitasi pertemuan pemerintah daerah se-Kepulauan Nias dengan pemerintah pusat untuk mengkomunikasikan berbagai hal yang berhubungan dengan kemajuan daerah.

“HIMNI juga mendukung pelaksanaan Pesta Ya’ahowu yang dibuka pada 17 September di Telukdalam, Nias Selatan, dan ditutup di Kota Gunungsitoli pada 26 Nopember 2016,” katanya.

Di tempat terpisah, Sekjen HIMNI Otoli Zebua mengatakan,untuk mempersiapkan sumber daya manusia di bidang pariwisata tak lupa HIMNI mendorong dan memfasilitasi dibukanya SMK Pariwisata di Kota Gunungsitoli.

Menurut Otoli, semua yang dilakukan HIMNI sepanjang tahun 2016 kemarin, tak lepas dari visi para pendiri HIMNI yang ingin menjadikan HIMNI sebagai ‘rumah besar’ bagi masyarakat Nias, baik yang berdomisili di Kepulauan Nias maupun wilayah lain di Indonesia.

“HIMNI didirikan pada 28 Oktober 2000. Kita wajib berterima kasih kepada para pendiri yang telah memberikan dedikasinya untuk menjadikan HIMNI sebagai ‘rumah besar’ masyarakat Nias. Sebagian dari para pendiri sudah meninggal dunia, namun cita-cita luhur mereka masih terus ada bersama kita,” tandas Otoli. (Askur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *